Pages

Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Dongeng Inspiratif - Selalu Melihat yang Tidak Ada

Alkisah seorang anak kecil berumur 5 tahun kehilangan uang sebesar 10.000 rupiah sehingga ia menangis tersedu di depan rumah. Melihat ponakannya menangis pamannya segera menghampiri dan menanyakan kepada anak itu,

"kenapa, apa yang terjadi?" kata paman
"Uangku hilang paman" kata anak kecil itu.
"Emang berapa duit yang hilang" kata paman.
"10 ribu paman, hwhaaaa" sambil menangis lebih keras.
"Ya sudah jangan nangis lagi, ini paman kasih duit 10 ribu"

Melihat pamannya memberikan uang 10 ribu bukannya berhenti, anak itu malah tambah keras nangis.

"heyy, kok malah tambah keras nangisnya" kata paman.
"Coba kalo duitku gak ilang pasti jadi 20 ribu" katanya sambil nangis.
"Yehhh dasar" ucap paman sambil meninggalkan bocah itu.

Kemudian tak berapa lama ayahnya datang dan kemudian berkata.

"Kenapa kamu nangis"
"Uangku ilang 10 ribu yah"
"Lhaa itu ada 10 ribu di tanganmu"
"Ini tadi paman ngasih yah, coba kalo uang saya ga ilang jadi 20 ribu" ucapnya sambil nangis tambah keras lagi.
"Ya sudah ini ayah ganti yang lebih gede 20 ribu"

Bukannya berhenti anak itu tambah keras lagi nangis.

"Kenapa masih nangis"
"Coba kalo duit saya ga ilang, kan jadi 40 ribu"
"Yaaah kalo begitu mah kamu gak bakalan berhenti nangis dikasih berapa pun juga" kata ayahnya.

Sebuah dongeng Inspiratif fiksi. Bukan sebuah kisah nyata. Tapi setidaknya bocah kecil itu telah memberikan sebuah pelajaran bagi kita semua tentang sifat tamak yang manusia miliki. Kadang kita merasa hidup ini serba kekurangan walaupun sebenarnya kita sudah mempunyai segala hal. Kenapa? Karena kita Selalu Melihat yang Tidak Ada. Kita tidak melihat yang ada di depan mata. Jika begitu tidak akan berbeda seperti bocah yang berumur 5 tahun di atas. Dia tidak akan berhenti menangis karena selalu melihat sesuatu yang tidak ada walaupun sebenarnya ia sudah memiliki uang lebih daripada uang yang ilang.

Semoga bermanfaat.
Salam Sukses.


Kisah tentang Cinta Sejati

Kisah tentang Cinta Sejati yang sangat Inspiratif dan bisa menjadi teladan bagi kita semua.

Cinta itu buta. Begitulah pepatah bilang. Apakah benar cinta itu buta?
Memang karena sebuah cinta dan kasih sayang sesuatu yang pahit bisa menjadi manis, suasana sengsara bisa menjadi bahagia. Inilah yang mungkin yang disebut-sebut orang bahwa cinta itu buta. Seseorang akan dibutakan hatinya oleh sebuah rasa cinta. Karena cinta seseorang bahkan akan melakukan apapun demi seseorang yang dicintainya.

Cinta memang sebuah hal yang luar biasa karena kekuatannya bisa menyatukan dua insan kedalam sebuah rasa sayang yang menentramkan hati. Bersyukurlah Allah telah memberikan anugerah cinta kepada setiap manusia. Mungkin tanpa cinta dunia akan terasa hambar dan hampa.

Seperti sebuah kisah tentang dua orang pasangan di negeri Cina yang menjalin sebuah cinta sejati yang telah menginspirasi jutaan umat manusia di seluruh dunia.Kedua pasangan ini saling mengasihi satu sama lain hingga ajal menjemput ia masih dalam sebuah lingkaran kasih sayang sebuah cinta sejati.

Laki-laki berusia 70 tahun telah memahat 6000 anak tangga untuk membuat sebuah jalan kepada isteri tercinta yang berusia 80 tahun. Tempat dimana mereka tinggal sampai mengehmbuskan nafas terakhit di dalam sebuah goa di Cina.

Alkisah seorang pemuda yang bernama Liu Guojiang berusia 19 tahun jatuh hati kepada seorang janda berusia 29 tahun bernama Xu Chaoqin. Perbedaan usia yang cukup jauh antara pasangan ini membuat masyarakat sekitar memberi celaan kepada Xu maupun Liu dimana menurut tradisi mereka adalah sebuah hal yang memalukan dan tak bermoral jika seorang Pria menikahi seorang Wanita yang memiliki perbedaan umur cukup jauh (tua) dari pria.

Untuk menghindari semoohan dan celaan dari masyarakat sekitar kedua pasangan ini memutuskan untuk mengembara ke sebuah tempat yang jauh dan tibalah mereka berdua di sebuah goa nan sepi dari keramaian orang banyak. Tempat itu adalah sebuah hutan yang belum pernah dihuni oleh satu orang pun.

Untuk bertahan hidup sang suami Liu Guojiang berjuang menafkahi isterinya Xu Chaoqin dengan sekuat tenaga mencari sesuatu yang bisa dimakan di tempat itu. Karena tidak ada buah-buahan dan perlatan untuk memasak mereka berdua dengan terpaksa harus memakan rerumputan dan akar-akaran yang mereka temui di sekitar gunung.

Liu membuat sebuah lampu minyak tanah untuk menerangi hidup mereka.
Xu selalu merasa bahwa ia telah mengikat Liu dan ia berulang-kali bertanya, “Apakah kau menyesal?”
Liu selalu menjawab, “Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik.”

Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung, Liu mulai memahat anak-anak tangga untuk isterinya agar ia dapat turun gunung dengan mudah. Dan ini terus berlangsung selama 50 tahun.

Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelompok pengembara (adventurers) melakukan eksplorasi ke hutan itu. Mereka terheran-heran menemukan pasangan usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu.

Pasangan ini hidup dalam damai selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu yang sudah berusia 72 tahun pingsan ketika pulang dari ladang. Xu duduk dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya. Karena sangat mencintai sang istri, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan dari tangan Xu, istrinya.

“Kau telah berjanji akan memeliharakanku dan akan terus bersamaku sampai aku meninggal, sekarang kau telah mendahuluiku, bagaimana aku akan dapat hidup tanpamu?”
Selama beberapa hari Xu terus-menerus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.

Liu Ming Sheng, satu dari 7 orang anak mereka mengatakan, “Orang tuaku sangat saling mengasihi, mereka hidup menyendiri selama lebih dari 50 tahun dan tak pernah berpisah sehari pun. Selama itu ayah telah memahat 6000 anak tangga untuk menyukakan hati ibuku, walau pun ia tidak terlalu sering turun gunung.”

Kisah kedua pasangan tersebut kini menjadi sebuah kisah yang sangat populer dan di abadikan oleh masyarakat Cina. Pemerintah juga memutuskan untuk melestarikan anak tangga yang di buat oleh Liu Guojiang di tempat kediamannya tersebut.

Kini tempat mereka berdua telah menjadi museum yang dikunjungi banyak orang yang tertarik tentang cerita kehidupan kedua pasangan tersebut.

Semoga kita dan pasangan kita bisa menjadi pasangan yang selalu mengasihi dan menebarkan rasa cinta sampai akhir hayat menjemput.

Kisah Seorang Bule Berjalan 5.900 Km Demi Naik Haji

Kisah Seorang Bule Berjalan 5.900 Km Demi Naik Haji - Sebuah kisah inspiratif tentang seorang pria yang rela berjalan ribuan kilometer hanya demi sampai ke rumah suci Baitullah di Mekah. Bernama Senad Hadzic pria kebangsaan Bosnia, berumur 47 tahun yang berjalan dari desa kecil di Bosnia menuju kota Mekah di Atab Saudi.

Agama Islam di negaranya bukanlah agama mayoritas yang dipeluk oleh penduduk melainkan hanyalah agama minoritas yang hanya beberapa orang saja. Namun walau begitu sama sekali tak melunturkan imannya terhadap islam.

Pria ini berangkat pada bulan desember 2011 lalu dan baru sampai pada bulan oktober 2012. Subhanallah, jadi lama perjalanannya hampir 1 tahun dan total jarak yang ia tempuh sekitar 5.900 kilometer dengan membawa tas gendong yang mempunyai beban 20 Kg. Dalam sehari ia mampu menempuh jarak hingga 12-20 mil.

“Saya ingin sekali berhaji, tapi tak punya uang, Saya lalu memutuskan untuk berjalan kaki ke Arab Saudi, dengan bekal 200 euro (setara Rp2,5 juta)”, katanya seperti dimuat situs Onislam.net yang kemudian dikutip Ruanghati.com, Senin (22/10). ”

Orang-orang di sepanjang jalan yang ia lintasi kerap bertanya, apakah ia tak ngeri melintasi wilayah-wilayah yang menjadi ajang pertumpahan darah seperti Suria, ia pun menjawabnya, “Mengapa harus takut? Allah menyertaiku.” ”Perjuangan yang saya lakukan atas nama Allah, demi Islam, untuk Bosnia–Herzegovina, orang tua, dan adik saya.” ujarnya.

Untuk peristirahatan ia sering singgah di masjid, sekolah, dan tempat lain termasuk orang yang berbaik hati dan berhati mulia membantu meringankan bebannya.






Kisah Bunga Putih yang Indah

Alkisah sebuah bunga putih berwarna indah hidup dalam tumbuh di antara tanah yang dipenuhi dengan semak duri. Ia tumbuh dan berkembang berbeda secata fisik dengan tumbuhan lain yang hidup disana.

Dengan perasaan sinis kepada diri sendiri, bunga putih itu merasa bahwa dirinya adalah sosok tumbuhan yang aneh dan buruk rupa. Para semak dan pohon tidak pernah memandangi keelokannya.

Pada suatu hari ia bertemu dengan sahabatnya kupu-kupu. Ia bertanya kepada kupu-kupu, "wahai kupu-kupu mengapa aku ditakdirkan Tuhan dengan rupa seperti ini. Seperti nya aku di abaikan oleh kawan-kawanku karena rupaku yang jelek dan berbeda dengan orang lain."

Lantas kupu-kupu itu menjawab, "sebenarnya kau itu adalah tumbuhan terindah yang pernah ada di taman ini. Kau adalah bunga terindah disini. Mereka tidak memperhatikanmu karena mereka iri akan keelokan warnamu. Kau bukanlah bunga aneh wahai bunga putih, melainkan kau adalah bunga terindah yang pernah ada di dunia ini."

Mendengar jawaban sang kupu-kupu bunga putih itu merasa kaget dan terkejut. Akhirnya Bunga putih pun sadar,dan pada akhirnya ia bersyukur atas keadaan dirinya.

Pesan Moral

Terkadang kehidupan kita merasa seperti yang di alami si bunga putih. Memiliki banyak kekurangan ini dan itu padahal sebenarnaya kita adalah makhluk unik yang memiliki perbedaan dan kemampuan yang berbeda dari orang lain. Dengan perbedaan itu kita bisa menjadi manusia paling mulia jika saja kita menyadari.

Mulai sekarang STOP meremehkan diri sendiri, saatnya bangkit dan tunjukan bahwa dengan Tuhan menciptakan kita dengan kemampuan yang berbeda dengan orang lain kita bisa menjadi jauh lebih baik dari orang lain.

Semoga bermanfaat.

Kisah tentang Seorang Guru Teladan


Tinggalah seorang pria yang hidup di sebuah pemukiman terpencil di sebuah desa yang penuh dengan suasana suram. Dia adalah sosok seorang guru teladan yang memiliki banyak murid di sebuah sekolah dasar yang di bangun sejak zaman penjajahan belanda.

Setiap orang segan jika bertemu dengannya, rasa hormat, cinta dan kasih sayang yang terpancar di raut wajahnya sungguh memberikan efek kasih sayang kepada setiap orang yang menemuinya termasuk kepada para murid yang ia didiknya di sekolah.

Ia mengajar di sebuah gedung sekolah tua setiap hari untuk menyampaikan ilmu kepada muridnya. Kadang sering terlihat sosok keriput wajahnya yang mulai memberikan tanda penuaan, langkahnya yang semakin gontay, dan ucapannya yang kadang terengah-engah.

Guru itu bernama Pak Tarno, rupa-rupanya pak Tarno adalah guru palig senior disana. Ia sudah mengajar selama puluhan tahun dan banyak pula anak didiknya yang sukses. Walaupun keterbatasan usia dan kemampuan namun pak Tarno masih terlihat selalu semangat menjalani hari-harinya sebagai seorang guru.

Ia adalah sosok guru yang dinilai paling dekat dengan murid. Murid dibebaskan secara leluasa menyampaikan segala pendapat, kritikan, maupan aspirasi untuk suksesnya proses belajar mengajar. Kedekatannya tidak membuat murid-murid berlaku senonoh terhadap dirinya, namun sebaliknya karena kejujuran, keikhlasan, dan ketulusan cinta kasih kepada muridnya itu, membuat setiap murid segan kepada dirinya.

Pada suatu malam Pak Tarno mengalami demam yang begitu luar biasa, tubuhnya dingin disertai batuk yang kadang melemaskan tubuhnya yang sudah gontay. Namun ia masih teringat peristiwa kemarin siang yaitu ia pernah berkata kepada muridnya bahwa ia harus menemani muridnya menyelesaikan sebuah tugas sekolah walaupun kenyataannya besok hari adalah hari minggu.

Ia selalu berdoa kepada Tuhan agar diberikan kesembuhan dan diberikan kekuatan agar besok hari ia bisa menemui murid-muridnya. Baginya kebahagiaan adalah ketika ia melihat muridnya sukses di kelak hari. Ia berjuang melawan rasa sakitnya dan satu jam, dua jam, tida jam kondisi mulai membaik. Rupanya Tuhan mengabulkan doa Pak Tarno.

Pagi hari ia bersiap-siap untuk pergi dengan membawa tas hitam berwarna agak kecoklatan dan terlihat beberapa bagian telah sobek di bagian sisinya. Ia pun mengayuh sepeda tua dan menuju ke arah barat daya ke alah sebuah bangunan tua, ya Sekolah, rupanya ia sudah berjanji dengan muridnya untuk belajar di sekolah walaupun hari libur.

Ia pun datang ke lokasi belajar dan terbesit senyuman tulus dari raut wajahnya yang dengan seketika memberikan sebuah pesona indah kepada para murid yang memandangnya. Ia mulai membahas pelajaran demi pelajaran.Terlihat banyak siswa yang antusias mengikuti proses belajarnya yang sangat hangat, canda tawa dan riang gembira.

Suatu waktu pak Tarno merasakan sebuah rasa sakit yang amat sangat dari dalam dadanya. Sesekali ia batuk namun ia tetap melanjutkan belajarnya. Dua, kali, tiga kali, dan sampai berikutnya pak Tarno tergeletak di lantai tepat berada di hadapan para murid.

Terlihat helaian nafas yang terengah-engah, dan terlihat pula aliran darah yang keluar dari hentakan batuknya yang tak henti. Beberapa muridnya mulai menangis dan meminta bergegas keluar meminta pertolongan.

Sesekali batuknya terhenti, pak Tarno mengucapkan kata terahirnya dari susahnya ia berkata karena nafas yang menyesakan dada, ia mengucapkan kata-kata terahir untuk murid-muridnya dan semua murid di seluruh jagat raya, "Wahai muridku, lakukanlah terbaik untuk masa depanmu dan jangan siasiakan masa mudamu. Hormatilah gurumu, dia selalu tulus mencintaimu. Raihlah cita-citamu setinggi langit dan belajarlah" Tak lama kemudian setelah selesai mengucapkan kalimat tersebut, pak Tarno meninggal dunia menuju sang pencipta. Innalilahi wa'inailahi roji'un.

Kisah tentang Anak Ikan Kecil (Terjerumus hawa nafsu)

Alkisah, seekor anak-anak ikan kecil sedang di nasihati oleh ibundanya. Ibunda ikan itu berkata, "Wahai anak-anakku ada sesuatu yang ingin ibu sampaikan kepada kalian. Ini sangatlah penting mengingat sebentar lagi kalian akan mengenal dunia luar, dengarlah baik-baik nasihat ibu". Dengan penasaran anak-anak ikan itu mendekat ke arah ibunda dan siap mendengarkan nasihat ibundanya. "Baik bu, saya akan dengarkan". kata ikan-ikan kecil itu.

"Suatu saat nanti akan ada sebuah benda yang nampak sebuah nikmat menurutmu namun sebenarnya ia akan membunuh bahkan menghancurkanmu". Pesan sang ibunda. "Kenikmatan seperti apakah wahai ibu" kata salah satu anak ikan.

"Suatu saat nanti akan kau temukan sesuatu yang nampak sangat nikmat dan lezat untuk kau santap, ia berupa cacing-cacing yang melayang di air yang akan menjadi pusat perhatian semua ikan-ikan. Namun jika kau santap tidak lain hanya akan membuat kau tercekik karena disana terdapat sebuah kail besi tajam yang siap merobek mulutmu serta menyeretmu menuju ke arah kerumunan manusia. Tidak hanya sampai disitu, manusia akan mencabik-cabik tubuhmu dan mencincang-cincang serta menyisrik kulitmu. Sungguh tak terbayangkan sakit dan perihnya. Kalian harus berhati-hati dan menjaga diri dengan baik". Pesan ibunda kepada anak-anak ikan yang akan terjun menghadapi dunia luar.

Anak-anak ikan kecil itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Dalam hatinya masih ada rasa tidak percaya karena belum pernah bertemu dengan cacing nikmat seperti itu.

Suatu hari, di kala gerombolan ikan-ikan kecil sedang berjalan dengan kawannya. Mereka melihat seekor cacing yang amat besar, tampak lezat dan nikmat untuk disantap. Semua ikan-ikan itu telah mendengar cerita dari orang tua masing-masing. Tapi baru kali ini mereka melihat cacing itu dengan kasat mata. Masing- masing menolak satu sama lain dan saling mengajak menjauhi cacing itu. Kemudian anak yang tidak yakin dengan cerita ibunya tadi berkata, 
     
"Ahhh.. masa iya sih apa yang dikatakan? Makanan selazat ini  tidak akan mendatangkan apa-apa kecuali rasa kenyang perutku.  Ini  jelas santapan empukku". Terlintas nafsu datang menggoda anak ikan itu. Kemudian anak  ikan itu pun mengangakan mulutnya lebar-lebar dan dengan rakusnya menyantap cacing melayang itu. Mulut dan tekaknya mulai merasakan sakit yang amat sangat. Dia mencoba melepaskan diri dari jeratan kail namun selalu gagal. Akhirnya, anak ikan tadi menyesali perbuatannya, namun segalanya sudah terlambat. Ikan kecil itu tergoda oleh nafsu.

Pesan Moral 

"Kadang dalam hidup ini kita dihadapkan pada suatu pilihan dimana kita harus menjauhinya. Orang lain pun sebenarnya sudah memberitahu akan dampak dan akibat dari jika melakukan. Namun karena dorongan nafsu, akhirnya jadi terjerumus dan melakukan hal terlarang itu"

Semoga bermanfaat.
Salam sukses.




Kisah Inspiratif Seekor Belalang

Alkisah ada seekor belalang yang baru saja terbebas dari sebuah kotak yang telah lama mengurungnya selama beberapa waktu. Dengan perasaan gembira, belalang itu lantas terbang dan meloncat kesana-sini. "Sudah sangat lama aku tidak merasakan bebasnya udara alam ini" kata belalang.

Di tengah jalan ia bertemu dengan kawannya yang lain, sontak ia merasa kaget karena kawannya itu bisa terbang dan meloncat dengan sangat tinggi jauh di atas kemampuan dirinya. Melihat hal ini, lantas belalang itu mengejar kawannya dengan susah payah.

Setelah berhasil mengejar, belalang itu berkata kepada kawan belalangnya, "hey kawanku, mengapa engkau bisa terbang dan meloncat setinggi itu?". Kemudian kawannya berkata, "kita semua para belalang bisa melakukan apa yang aku lakukan tadi, kamunya saja yang tidak bisa seperti kita. Lihatlah kawan kita disana (sambil menunjukan kearah kerumunan para belalang yang sedang lalu lalang). Kejadian apa yang terjadi padamu wahai kawanku?". "Dahulu selama beberapa waktu saya terkurung dan terjerat di sebuah kotak". Kata belalang itu. "Ayolah ikutlah bersama kami, kau ini bangsa belalang, jadi kau pasti bisa seperti kami malah bisa meloncat dan terbang lebih tinggi daripada kami semua". Kata kawan belalang.

Setelah beberapa waktu ikut gabung bersama kelompok belalang yang lain, akhirnya belalang itu pun bisa moloncat dan terbang bahkan lebih tinggi dari kawannya. Ini semua berkat usaha dan kerja keras yang belalang itu lakukan untuk bisa menjadi seperti belalang yang lain.

Pesan Moral

Terkadang manusia memiliki situasi seperti yang belalang malang itu alami. Kita terjebak di dalam sebuah kotak. Karena keterbatasannya dalam bergerak, meloncat, dan terbang karena berada dalam sempitnya kotak menjadi salah satu penyebab kemampuan diri yang lebih rendah dari orang  lain. Kita tidak bisa meloncat dan terbang lebih tinggi.

Yang harus kita lakukan adalah membebaskan diri dari kotak itu. Kotak itu berupa lingkungan yang buruk, kegagalan-kegagalan hidup, dan hinaan-hinaan dari orang lain. Kita harus bergerak keluar dan mencari sang belalang yang bisa meloncat tinggi, belajar darinya dan terus berusaha serta bekerja keras menjadi seperti belalang yang meloncat dan terbang tinggi di angkasa. Jangan pernah berhenti sampai kita menjadi seorang yang kita inginkan.

Semoga kisah seekor belalang ini bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi sobat semua.
Salam sukses.

Kisah tentang Kerjasama dan Kepedulian

Suatu ketika di sebuah arena diadakan lomba lari 500 meter yang terdiri dari 25 orang putra berusia 12 tahun. Dari kejauhan nampak semuanya telah bersiap-siap menempati posisinya masing-masing untuk bersama-sama mengadu kecepatan larinya.

Lomba ini di adakan oleh salah satu lembaga pelatihan motivasi di salah satu daerah. Lembaga ini bertujuan mengembangkan ketangguhan pribadi peserta pada umumnya seperti kejujuran, kerjasama, kepedulian terhadap sesama, tanggung jawab, serta kemampuan mengatasi masalah-masalah hidup.

Diadakannya lomba ini untuk menanamkan jiwa-jiwa pemenang dalam jiwa peserta serta menghindari perilaku curang ketika bersaing. Beberapa hari sebelumnya mereka sudah di latih dengan berbagai latihan.

Hadiah yang di berikan dari perlombaan ini pun tidak main-main dan uniknya hadiah ini hanya diberikan untuk juara pertama. Tidak tanggung-tanggung hadiahnya adalah sebuah emas berbentuk piala yang nilainya sama dengan satu buah mobil.

Tibalah kejuaraan itu dimulai, letupan pistol menandakan dimulainya lomba berbunyi. Dengan sigap mereka berlari dan berlari. Beberapa orang terlihat memimpin posisi. 100 meter pun telah dilewati, semangat semua peserta begitu luar biasa. 300 meter juga telah terlewati, mereka masih mampu berlari walaupun dengan tempo agak sedikit berkurang. 400 meter mereka masih dalam persaingan namun tiba-tiba salah seorang peserta lomba berteriak kesakitan, kakinya mengalami sedikit masalah. Ia pun menangis karena kecewa tidak bisa menyelsaikan pertandingan padahal tinggal sedikit lagi.

Ada sebuah kejadian yang luar biasa yang membuat semua penonton berdiri bertpuk tangan serta terharu. Melihat salah satu dari peserta lari jatu menangis, ada semua peserta menghentikan lajunya dan bergegas berbalik ke belakang. Apa yang mereka lakukan? Rupanya mereka bersama-sama menggandengkan tangan untuk sampai di garis Finish.

Juri memutuskan semua peserta menjadi juaranya. Mereka semua berhak memiliki sebuah piala emas yang bernilai sebuah mobil itu. Juri percaya semua peserta telah memiliki sebuah kerjasama solid serta kepedulian yang begitu luar biasa.

Semoga bermanfaat
Salam sukses.

Kisah tentang si Tukang Gosip

Ada sebuah kisah inspiratif tentang seorang pemuda yang suka menggosip.

Di sebuah perkampungan tinggalah seorang pemuda yang sering sekali membicarakan aib orang lain di kampungnya. Alkisah, ia sangat pandai sekali menggosip sampai-sampai masyarakat menjulukinya Si Tukang Gosip.

Karena ketidaknyamanannya itu salah seorang warga dikampung menyarankan dia untuk mendatangi seorang lelaki tua bijak agar diberi sebuah nasihat hidup untuk hidup yang lebih baik. Lelaki tua bijak tersebut terbukti telah memberi banyak motivasi kepada orang-orang yang datang ke rumahnya. Sebagian darinya sudah sukses dalam hidup. Mendengar berita itu, si pemuda bergegas menemui si lelaki tua bijak.

Ia berjalan dengan penuh rasa ingin tahu seperti apa lelaki tua bijak itu. Ia datang ke teras rumah dan maju beberapa langkah sembari kemudian mengetuk pintu. Setelah beberapa lama kakek tua itu keluar dan memberikan senyum hangat kepada pemuda. Ia dipersilahkan duduk kemudian tanpa basa basi lagi pemuda itu melayangkan beberapa kalimat, "Kek, saya ingin mempunyai kehidupan yang lebih baik dan lebih bahagia seperti orang-orang yang telah kakek beri nasihat". Kakek itu tersenyum dan berkata, "Wahai pemuda tenanglah silakan minum dulu makanan dan minuman ini" sambil memandang ke arah jamuan tamu yang dibuat istrinya. "Baiklah kek", pemuda itu menjawab.

Setelah beberapa lama berkenalan kakek bijak itu memberikan sebuah nasihat, "Wahai sang pemuda, tolong bawakan aku seekor ayam dimana engkau harus mencabuti bulu-bulunya sampai habis di perjalanan dan ketika engkau sampai disini bulu-bulu itu harus bersih tak tersisia". Pemuda itu segera beranjak dan membawa seekor ayam sambil mencabuti bulu-bulunya di perjalanan sambil berjalan dengan pasti menuju rumah kakek tua itu.

Ketika sampai di rumah pemuda itu langsung menuju kakek tua itu, sambil berkata, "Saya sudah melaksanakan perintah kakek, apa lagi yang harus saya lakukan?". Kakek menjawab, "Kamu harus kembali memunguti bulu-bulu ayam yang kau buang di jalanan". Mendengar perintah itu pemuda itu geram, "Mana mungkin saya bisa mengumpulkannya kek, bulu-bulu ayam itu sudah berserakan kemana-mana". Kakek berkata, "Hal itu benar. Dan begitu pula halnya dengan gosip yang sering kau sampaikan kepada orang lain. Satu gosip dapat terbang ke segala sudut, lalu bagaimana kamu akan mengembalikannya? Jadi sebaiknya jangan pernah memulainya dari awal."

"Orang-orang pintar tahu bagaimana ia harus berkata ketika bercengkrama dengan orang lain, gossip itu adalah membicarakan aib orang lain. Orang-orang pintar tak akan pernah membuat sebuah rumor atau gosip murahan, ketika membicarakan orang lain pun hanya sekedar untuk inspirasi dan motivasi"

Semoga bermanfaat.
Salam sukses.

Kisah Seorang Cucu dan Kakek Bijak

Pada suatu waktu, seorang kakek dan cucunya sedang berjalan di pinggir kolam. Mereka sedang mengamati seekor kura-kura. Cucu dari kakek itu mengambil dan mencoba mengamati kura-kura itu  namun ketika kura-kura itu di ambil secara bersamaan ia segera memasukan kepala dan kakinya kedalam tempurung.. Dengan rasa penasaran karena sangat ingin sekali melihat kaki dan kepalanya secara langsung, anak itu memaksa kura-kura mengeluarkan kepala dan kakinya. Dia merogoh kedalam tempurung itu.

"Cara seperti itu tidak akan berhasil cu" kakek mencoba menasihati. "Nanti kita bawa pulang saja kura-kura ini nanti kakek beritahu caranya". Kakek berpesan.

Sesampainya di rumah, kakek mendekatkan kura-kura itu di dekat tungku api dan perlahan kura-kura itu mengeluarkan kaki dan kepalanya dan mendekat ke arah cucunya. "Coba lihatlah cucuku" kakek berkata.
"Wahai cucuku, jangan pernah memaksa sesuatu untuk melakukan apa yang kamu inginkan, berilah ia kehangatan dan keramahan niscaya ia akan menanggapi semua yang kau perintahkan". Kakek bijak itu menasihati cucunya..

Pesan Moral:
"Jangan pernah memaksa seseorang untuk melakukan apa yang kita inginkan, tapi berikanlah dia kehangatan dan keramahan sehingga dia akan secara ikhlas menuruti apa yang anda inginkan".

Semoga Bermanfaat.
Salam sukses.

Kisah Inspiratif Dua Orang Pemuda

Sebut saja Udin dan Amir. Kedua pemuda ini tumbuh seperti anak-anak seusianya. Dalam hal semangat, keduanya hampir memiliki kesamaan yaitu sama-sama mempunyai hasrat ingin sukses. Namun mereka mempunyai cara-cara yang berbeda dalam meraih suksesnya.

Ketika dalam belajar disebutkan bahwa hanya orang yang bekerja keraslah yang akan meraih kesuksesan hidup di dunia maka keduanya menyimpan motto tersebut dalam memori dan mencoba menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Udin dan Amir mencoba menerapkan konsep kerja keras nya itu. Kedua pemuda ini mulai mengawali perjalanan hidupnya dengan bekerja menjadi karyawan seorang pengrajin besi. Keduanya bekerja di tempat yang berbeda-beda mengingat bos nya memiliki banyak cabang. Upahnya perhari sesuai dengan besi yang berhasil ia tempa menjadi sebuah barang seperti pisau, golok, atau cangkul.

Udin sangat percaya bahwa hanya dengan bekerja keraslah ia akan sukses dan mendapatkan banyak uang. Oleh karena itu ia bekerja dengan lebih giat lagi. Jika orang lain bekerja 8 jam ia memilih dikasih tambahan waktu 1 jam. Jika orang lain perhari berhasil membuat 10 benda besi maka Udin membuat 20. Bahkan tak jarang ia memilih kerja lembur demi mendapatkan upah lebih. Dia sangat percaya hasil kerja kerasnya akan sesuai dengan yang akan ia dapatkan.

Sementara di tempat yang berbeda, Amir justru melakukan hal yang bertolak belakang dengan Udin. Ia lebih memilih bekerja setengah hari tanpa meminta tambahan waktu dalam bekerja agar mendapat hasil yang banyak. Itu juga ia lakukan pada shift malam dimana ia mulai bekerja dari jam 5 sore sampai selesai pada pukul 02.00 pagi.

Lantas apa yang Amir lakukan pada siang harinya? Alih-alih bekerja ia lebih memilih untuk belajar mendalami tehnik-tehnik membuat peralatan dengan bahan baku besi. Ia mengikuti sebuah pelatihan dengan biaya hasil kerja nya menjadi karyawan. Selain itu, ia mengisi waktu dengan membaca buku dan melakukan hal-hal produktif lainnya seperti membuka pembelian besi bekas di depan rumah untuk kemudian ia jual kepada bosnya.

Udin tidak tahu apa-apa tentang Amir karena lokasi yang cukup jauh dan kerjaannya yang selalu sibuk. Ketika di minta waktu untuk bertemu pun dengan sombong nya Udin menjawab, "Maaf ya mir saya sibuk, nanti saja kalau ada waktu". Dari segi penghasilan, Udin memang lebih banyak daripada Amir mengingat kerjaannya yang sering lembur dan semua uangnya ia tabung sedangkan Amir menyisihkan gajinya untuk membayar pelatihan dan membeli buku. Sisanya cukup buat makan sehari-hari dan menabung secukupnya.

Sudah 3 bulan lamanya, Udin sudah membeli sebuah mobil (walaupun kredit) sementara Amir, motor pun masih seperti dulu. Dengan bangga Udin berkunjung kepada temannya dengan mengendarai mobil barunya sementara Amir hanya bisa tersenyum dan bersyukur temannya bisa membeli sebuah mobil. Amir percaya bahwa suatu saat nanti ia lebih bisa mendapatkan apa yang sudah di dapat oleh Udin.

10 bulan berlalu, Udin merasa letih dalam bekerja. Namun apa daya ia harus melakukan kerjaannya yang sibuk itu demi membayar tagihan mobilnya. Sementara Udin sudah menguasai ilmu-ilmu dalam membuat benda-benda dari besi, mesin produksi yang digunakan, serta pemasarannya. Udin mempunyai banyak teman dari pergulannya di banyak pelatihan.

Setahun berlalu, Amir sudah membuat pabrik sendiri dan memiliki banyak karyawan sementara Udin masih bekerja menjadi seorang karyawan dengan tanggungan kreditan yang membuatnya terus menerus bekerja keras. Kini keadaannya terbalik Amir justru jauh lebih baik dari apa yang di dapatkan oleh Udin. Dia memiliki 5 mobil dan beberapa aset berupa rumah mewah.

Pesan Moral :
"Kerja keras saja belum cukup membuat kita sukses melainkan harus di irngi sebuah kemahiran/ilmu yaitu kerja cerdas."

Semoga Bermanfaat.
Salam sukses.

Kisah Monyet dan Angin

Ada kisah menarik nih tentang seekor monyet dan 3 jenis angin. Angin-angin itu berusaha merobohkan seekor monyet yang sedang nangkring di atas pohon. Bagaimana ceritanya? Yukkk kita mulai saja.

Alkisah ada seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon klapa.
Dia nggak sadar lagi diintip sama tiga angin gede.
Angin Topan, Tornado dan Bahorok.

Tiga angin itu rupanya pada ngomongin, siapa yg bisa paling cepet jatuhin si monyet dr pohon kelapa.

Angin Topan bilang,
dia cuma perlu waktu 45 detik.
Angin Tornado nggak ♏åϋ kalah, 30 detik, katanya.
Angin Bahorok senyum ngeledek äπϑ bilang,15 detik juga jatuh tuh monyet.

Akhirnya satu persatu ktiga angin itu maju.

Angin TOPAN duluan,
Z... dia tiup sekenceng2nya, Wuuusss…
Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung megang batang pohon kelapa, Dia pegang sekuat2 nya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh2 si monyet. Angin Topan pun nyerah.

Giliran Angin TORNADO.
Wuuusss… Wuuusss…
Dia tiup sekenceng2nya. Ngga jatuh juga tuh monyet.
Angin Tornado jg nyerah.

Terakhir, Angin BAHOROK. Lebih kenceng lagi dia tiup.
Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kenceng pegangannya.
Nggak jatuh-jatuh.

Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin,
si monyet memang jagoan. Tangguh.
Daya tahannya luar biasa.

Ngga lama, datang angin Sepoi-Sepoi.
Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Keinginan îτϋ diketawain sama tiga angin lainnya. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.

Nggak banyak omong, angin SEPOI-SEPOI langsung niup ubun-ubun si monyet. Psssss…
Enak banget. Adem… Seger… Riyep-riyep matanya si monyet. Nggak lama ketiduran dia trus lepas lah pegangannya
Alhasil, jatuh deh tuh si monyet.

Pesan Moralnya :
 Boleh jadi kita sering Diuji dengan KESUSAHAN…
Dicoba dengan Penderitaan…
Didera Malapetaka... Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya...

Tapi jika kita diuji dengan KENIKMATAN... KESENANGAN... KELIMPAHAN...
Disinilah kejatuhan îτϋ terjadi.

So, Jangan sampai kita terlena...
Tetap rendah hati dan mawas diri, ingat kita hanya hidup sementara di dunia ini.
 Dan jadi Manusia yg Bijak dan ttp bersyukur..

Semoga bermanfaat.

Temukan Sisi Baik setiap masalah

Di sebuah negeri ada seorang Raja yang punya Perdana Menteri yang sangat optimis. Setiap kali Raja merasa jengkel, selalu saja Perdana Menteri mampu menemukan sisi positif dari tiap situasi.

Suatu hari, mereka berdua berjalan melintasi hutan lebat. Di tengah jalan, Raja beristirahat sambil membelah buah kelapa sebagai pelepas dahaga. Sedang enak-enaknya makan buah kelapa, tanpa sengaja Sang Raja menggigit batok kelapa yang keras hingga giginya terlepas. Ia menjerit kesakitan. Mendengar keluhan Raja, Perdana Menteri malah tersenyum sambil berteriak, "Wow, itu bagus ... !"

"Kenapa kamu berkata seperti itu ?" tanya Raja keheranan.

"Ya, karena itu ada pertanda keberuntungan untuk Baginda."

Mendengar jawaban ini, Raja menjadi marah. Bagaimana mungkin penderitaan Raja dianggap lucu oleh Perdana Menterinya ?

"Baginda, mohon dengarkan saya," desak Perdana Menteri, "dibalik setiap kejadian yang tidak mengenakkan selalu terdapat sisi baik yang tidak kita lihat."

"Cukup! Ini sudah keterlaluan!" seru Sang Raja. Ia menangkap dan mengikat Perdana Menteri. Dimasukkan ke dalam sumur kering. Sang Raja akan menjemputnya nanti sepulang dari perjalanannya.

Sang Raja melanjutkan perjalanannya. Setelah berjalan cukup jauh, ia dihadang sekelompok suku liar yang sedang mencari orang untuk dikurbankan pada Dewa Gunung. Begitu tahu bahwa yang ditangkap adalah seorang Raja, mereka sangat senang. Dibawanya Raja untuk dikorbankan sebagai korban sajian. Sang Raja dirias dengan pakaian kurban yang indah.

Ketika algojo siap memenggal lehernya, pemimpin upacara berteriak menghentikan upacara itu. Ia melihat ada satu gigi Sang Raja yang telah tanggal.

"Kami tidak bisa menggunakan engkau sebagai kurban karena Dewa Gunung hanya berkenan menerima kurban yang tubuhnya lengkap. Kamu boleh pergi sekarang!"

Sang Raja sangat bersyukur. Ia lari cepat-cepat meninggalkan suku liar itu. Tiba-tiba ia teringat apa yang dikatakan oleh Perdana Menterinya: "Ada sisi keberuntungan dari sesuatu yang dianggapnya sebagai kesialan."

Bergegas ia menjenguk Perdana Menterinya yang masih tertinggal di dalam sumur kering. Ketika melongok ke dalam sumur, Sang Raja melihat Perdana Menterinya tersenyum gembira. Sang Raja menolongnya keluar dari sumur dan memintan maaf atas apa yang telah ia lakukan. Kemudian ia menceritakan apa yang dialaminya.

"Ah, Baginda tak perlu meminta maaf," jawab Perdana Menteri sambil tersenyum.

"Bukankah bagi hamba, adalah sebuah berkat jika hamba dilempar ke dalam sumur?"

"Bagaimana mungkin?" tanya Sang Raja terheran-heran.

"Baginda, seandainya hamba pergi bersama Baginda, maka suku liar itu akan menggunakan hamba sebagai kurban pengganti bagi Dewa Gunung!"

Cerita Sukses seorang Pengemis menjadi Pengusaha

Ada cerita sukses seorang pengemis yang menjadi pengusaha. Cerita ini saya ambil dari salah satu blog ketika sedang blog walking mencari inspirasi. Entah benar atau tidaknya saya juga belum tahu pasti namun keberadaan misterius pengemis dan pengusaha tersebut saya kira sengaja dirahasiakan oleh penulisnya.

Tanggal 19 januari 2001, Di sebuah kota besar yang berada di planet ke tiga Galaksi MilkyWay. Pada sore hari ketika banyak orang pulang kerja. Ada satu orang pengusaha menaiki mobil BMW serta terlihat sedang terburu-buru. Dia turun dan menuju ATM terdekat untuk mengambil sejumlah uang.

Yang pasti uangnya dalam jumlah BESAR.

Di depan ATM itu ada seorang yang sedang duduk-duduk dilantai. Pakainnya kumuh, berlubang dan seperti tidak pernah dicuci. Sorot matanya menunjukkan seseorang yang tidak mempunyai harapan. Didepannya ada sebuah gelas berisi uang. Jika anda sedang berpikir dia adalah seorang pengemis.

Anda 100% benar.

Tapi si pengusaha dengan cueknya melangkah melewati si pengemis dan masuk ke dalam ruang ATM. Ternyata di dalam pengusaha itu tidak ingin mengambil uang, dia hanya sekedar ingin mentransfer uang.

Yang pasti transfernya dalam jumlah BESAR.

Ketika dia hendak keluar. Entah perasaan darimana si pengusaha menjadi iba kepada pengemis. WOW! dia mengambil dompet dari sakunya. Setelah melihat dari pojok kiri ke pojok kanan sisi dompet. Dia akhirnya berhasil menemukan uang dengan nominal paling kecil!

Seribu Rupiah dia berikan kepada si pengemis.

Terima Kasih tuan, Kata si pengemis dengan bibir tersenyum senang. Sampai senangnya dia mengambil uang seribuan itu dari gelas dan memegangnya dengan kuat. Hmmmmm… mungkin ini adalah pendapatan terbesarnya hari itu.

Exspresi dari pengusaha itu hanya tersenyum kecut. Tidak lebih dari itu! kemudian dia mulai meninggalkan si pengemis menuju mobil mewahnya. Lalu… entah kenapa! ketika dia ingin memasuki mobil… dia seperti tidak rela memberi uang dengan cuma-cuma kepada pengemis tadi.

Dasar Kikir! Dia berlari kembali menuju ke pengemis. Ketika ingin mengambil uang seribuan miliknya. Dia tertahan! atau tidak bisa karena uangnya masih digenggam oleh si pengemis.

Akhirnya tanpa pikir panjang!

Si Pengusaha mengambil gelas pengemis yang mungkin adalah harta satu-satunya. Dengan enteng dan terlihat seperti mengejek. Si pengusaha kikir itu berkata:

Kamu juga pengusaha bukan?

Kemudian pengusaha berlari kembali ke mobilnya. Dan si pengemis hanya bisa melongo. Walau samar-samar terlihat ada air yang keluar dari matanya.

Hmmmmm…

Bersamaan dengan itu terlihat langit sudah berwarna merah. Mataharipun mulai terbenam.
8 tahun kemudian….

Tepatnya tanggal 2 juli 2009. Di sebuah gedung mewah yang terdapat di kota besar di planet bumi. Si pengusaha sedang berada di kantornya. Melamun! bahkan terlihat seperti orang stres.

Tentu saja dia stres! Gara-gara krisis ekonomi global, bisnisnya hampir bangkrut! tinggal menunggu hari saja dia akan menjadi miskin. Suatu hal yang tidak pernah dia rasakan seumur hidup. Belum lagi tanggungan hutang yang tidak bisa dia bayar.

Bukan hanya jatuh miskin, mungkin dia akan masuk penjara karena tidak bisa melunasi hutangnya.

Tiba-tiba!

Telepon berdering. Ternyata itu dari sekertarisnya. “Pak ada orang yang mau bertemu dengan bapak”.

Sebenarnya pengusaha itu sedang malas menemui siapa-siapa. Apalagi orang yang tidak dikenalnya. Namun dia putuskan untuk menemui si tamu misterius ini.

Tamu misterius itu pun masuk. Lalu diikuti dengan basa-basi singkat seperti perkenalan nama dsb. Lalu pengusaha pun menanyakan maksud kedatangan si tamu.

ALANGKAH KAGETNYA !

Tamu misterius itu mau menginvestasikan uang dalam jumlah besar dalam perusahaannya. Bahkan jumlah uang itu juga sanggup melunasi hutang perusahaan. Pengusaha itu hanya melongo tidak percaya.

Tapi sebelum si pengusaha berhenti dari kegiatan melongonya. Si tamu misterius itu berkata :

"Mungkin bapak sudah lupa terhadap saya. Dulu saya adalah pengemis yang sering mangkal di depan ATM. Gara-gara bapak dulu ngomong kayak gini Kamu juga pengusaha bukan? Saya waktu itu benar-benar terharu. Anda tidak menganggap saya sebagai pengemis seperti orang lain, melainkan penjual yang sedang menjual barang. Waktu itu juga saya berhenti mengemis. Lalu merintis usaha saya sendiri. Dan bisa bapak lihat akhirnya saya BERHASIL".

Sumber

Kisah Inspiratif Seekor Ikan Kecil

Pada suatu hari seorang ayah sedang menasihati anaknya di pinggir sebuah kolam. Ayah berkata, “Lihatlah anakku, air ini begitu penting bagi kehidupan tanpa air semua akan mati. Dengan air ini ikan-ikan bisa sangat bahagia.

Mendengar ucapan ayah seekor ikan kecil segera mencari-cari tahu tentang dimana keberadaan air. Ia berharap bisa menemukan sesuatu yang penting itu yang membuat kehidupannya bahagia. Bergegas ikan itu bertanya kepada sahabat-sahabatnya yang lain namun tak ada yang pernah tahu dimanakah air berada.

Siang malam ikan itu hanya terpikir oleh kata-kata seorang ayah tentang air. Sampai akhirnya ikan kecil itu menemui seekor ikan tua yang telah hidup sangat lama. Ikan itu berkata, “Kek, apakah anda tahu dimana air itu? Saya dengar air itu adalah sumber kehidupan dan kebahagiaan para ikan?” Tanya nya dengan penuh rasa ingin tahu. Tak lama kakek itu tersenyum dan berkata, “Wahai cucuku air itu ada disekelilingmu, kebahagiaan yang kau cari itu sebenarnya selalu hadir di sekitarmu. Kenapa kau susah-susah mencarinya?”. Sambil tersentak heran ikan kecil itu menjawab, “Hahh yang bener kek, kakek tidak salah ucap kan”. “Iya cucuku, air  adalah tempat kita hidup. Tanpanya kita semua akan mati” Kakek ikan yang bijak itu tersenyum dan berkata dengan sangat lembut.

Cerita di atas mengingatkan kita akan kehidupan yang selama ini dijalani. Banyak orang yang mencari-cari kebahagiaan hidup. Ada yang menganggap bahwa kebahagiaan itu adalah uang, sebagian lagi menganggapnya sebuah jabatan, ataupun popularitas. Mereka lupa bahwa kebahagiaan sendiri sebenarnya ada di dalam diri yaitu hati kita. Semua itu bukan menjadi jaminan menjadikan hidup ini bahagia. Ianya adalah hanya sebuah alat untuk meraih kebahagiaan. Apalah artinya harta berlimpah, jabatan tinggi atau pun popularitas jika kita tidak bisa menyucikan hati kita. Alih-alih membuat bahagia justru akan lebih membuat diri ini semakin rakus dan hidup menjadi tersiksa.

Mulai sekarang marilah kita bersihkan hati ini. Berbuat baiklah kepada sesama dan sucikanlah diri dari dosa. Rasakanlah kebahagiaan yang timbul darinya.  Jadikanlah harta, jabatan, dan popularitas itu sebagai sebuah alat untuk memberikan manfaat kepada sesama sehingga akan memberikan sebuah efek yang berupa kebahagiaan yang berasal dari ketulusan orang lain dan ridho Allah Swt.

Jika anda mengejar harta jadikanlah harta itu sebagai jalan untuk membantu orang lain. Jika anda mengejar jabatan, gunakanlah kepercayaan itu untuk lebih memberikan manfaat kepada sesama. Buang jauhlah sifat egois yang mengabaikan kebahagiaan orang lain demi kebahagiaan sendiri. Jika anda mengejar popularitas jadikanlah popularitas itu sebagai sebuah inspirasi agar memberikan motivasi bagi orang lain untuk bisa mencapai kesuksesannya.
Ternyata benarlah dengan kita menyucikan diri dari dosa maka kebahagiaan akan datang dengan sendirinya.

Semoga bermanfaat.
Salam sukses




Kisah Inspiratif Seekor Katak dan Siput

"Syukuri apa yang telah Tuhan berikan, di balik kekurangan yang kita miliki terdapat kelebihan luar biasa yang mungkin belum pernah terpikirkan oleh kita sebelumnya. Lakukanlah yang terbaik untuk hidup ini niscaya kesuksesan akan datang mengiringi."

Ada sebuah kisah menarik tentang dua ekor binatang. Sebut saja katak dan siput. Alkisah, seekor siput yang mungil itu menganggap bahwa Tuhan tidak adil kepada dirinya. Apalagi ketika ia melihat seekor katak yang dengan lincah meloncat-loncat di antara semak belukar sementara dirinya tak bisa jalan cepat apalagi meloncat dan berlari. Kemudian siput datang menghampiri sang katak dan berkata, "Enak banget ya kamu bisa loncat kesana-kesini sementara aku boro-boro meloncat jalan pun aku tak bisa cepat lantaran menggendong cangkangku yang berat ini". Kemudian katak menjawab dengan entengnya, "Iya donk aku bisa berlari dan meloncat dengan cepat ketika mengejar mangsa, lhaa kamu lemot. Hahaha". Dia menertawakan si siput rupanya.

Si siput hanya tertunduk diam mendengar jawaban dari sang katak sambil kemudian membalikan badannya menuju ke arah gerombolan teman siput lainnya. Dalam hati ia berkata, "Ya Tuhan, alangkah malangnya diriku. Apakah aku hidup hanya ditakdirkan menjadi binatang yang lemah yang menyerah begitu saja ketika ada manusia yang mengambilku, sementara katak ia bisa meloncat dan berlari dengan cepatnya.".

Tidak lama kemudian, ketika ia baru berjalan beberapa senti dari tempat katak ada seekor elang yang mengauk-ngauk di udara. Rupanya dia sedang mencari mangsa. Mengetahui keadaan tersebut siput segera saja menyembunyikan diri kedalam cangkangnya sementara katak meloncat dengan cepat berlari menghindari sang elang. Ketika elang berhasil menggenggam siput, tak lama kemudian ia pun melemparkan kembali ke bawah tanah lantaran ia mengenggam benda yang sangat keras. Kemudian elang tersebut bergerak mengejar ke arah katak sampai berhasil menangkap katak itu dan menjadi santapan empuk si elang yang lapar. Sang Siput merasa dirinya sangat beruntung dan berterima kasih kepada Tuhan dengan apa yang terjadi dan dengan apa yang dimilikinya.

"Terkadang kita lebih cenderung memandang kelemahan diri sendiri dan kelebihan yang ada pada orang lain tanpa mengerti bahwa Tuhan menciptakan kita dengan kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain". Jika kita hanya melihat kelemahan-kelemahan diri, maka kelebihan-kelebihan yang di anugerahi Tuhan tak kan pernah tampak oleh kita. Lakukanlah yang terbaik dari sesuatu yang kita bisa bukan melakukan kehebatan yang orang lain lakukan. Percayalah bahwa Tuhan memberikan kelebihan-kelebihan di balik kelemahan-kelemahan yang ada pada diri kita.

Jika masih ragu silakan baca Kisah Seorang Manusia Tanpa Tangan dan Kaki. Anda akan tercengang kaget melihat seorang manusia tanpa sebuah lengan dan kakinya bisa sukses. Tahu kah apa rahasianya? Rahasianya adalah "Ia melakukan yang terbaik apa yang dapat ia lakukan". Alih-alih mengeluh pada akhirnya ia malah berterima kasih kepada Tuhan dengan apa yang di anugerahkan padanya walaupun tanpa lengan dan kaki. Hebat kan?? Bisa anda baca saja kisahnya disini.

Akhirnya, dengan bersyukur hidup akan terasa lebih indah dan bermakna.

Semoga bermanfaat.
Salam sukses.


Kisah Manusia Tanpa Lengan dan Kaki

Sebut saja Nick Vujicic seorang pemuda yang berasal dari Australia. Beliau adalah seorang inspirator dan motivator yang sudah melang-lang buana ke seluruh penjuru dunia. Satu hal yang menarik dari seorang Nick Vujicic ialah jika dilihat dari bentuk fisiknya. Tahukah anda bagaimana bentuk fisiknya? Bisa lihat gambar di samping kiri. Ia menderita sebuah kelainan sejak lahir yaitu tidak memiliki sepasang lengan dan kaki. Tahukah bagimana kehidupannya sekarang? Sekarang dia adalah seorang direktur lembanga “Life without Limbs” dan menjadi inspirator sekaligus motivator sukses yang sudah berkeliling ke seluruh dunia. Ya. Perjalanan suksesnya ia tempuh tanpa sepasang lengan dan kaki. Betul. Tanpa sepasang lengan dan kaki. Sungguh Luar Biasa!!!

Banyak sekali tantangan-tantangan dalam lika-liku perjalanan hidup. Mulai dari rasa minder, malu, kesal, depresi sampai pernah ingin bunuh diri. Tidak jarang cacian dan ejekan pun di lontarkan kepadanya. Sedih dan kesendirian adalah teman sehari-hari dalam hidupnya.

Pernah sutu ketika ia berdoa agar diberikan keajaiban oleh Tuhan namun berkali-kali ia berdoa dan setelah selesai dari doanya itu ia melihat bentuk fisiknya tak kunjung berubah. Sampai pada suatu waktu Nick berniat untuk mengakhiri hidupnya. Nick merasa sudah tidak berguna lagi hidup. Namun ketika ia hendak mengakhiri hidupnya, Tuhan berkehendak lain. Tiba-tiba Nik merasa bahwa sebenarnya ia bisa sukses dengan apa yang ia miliki. Ia bisa mengubah kelemahannya itu menjadi sebuah kelebihan.

Setelah itu, ia lebih menikmati hari-harinya. Ia pun mulai melakukan kegiatan positif yang dapat ia lakukan. Sekarang dia lebih mencintai kehidupannya. Ia pun kembali ke sekolah dan melanjutkan kuliah sampai akhirnya ia mendirikan sebuah lembaga, menjadi seorang motivator sukses, dan menikahi seorang gadis cantik yang bernama Kanae Niyahara. Subhanallah!!


Ada sebuah kata-kata yang sangat membuat saya kagum adalah “It doesn’t matter what you look like because you’re awesome just the way you are” Artinya Bukan masalah seperti apa penampilanmu karena yang membuatmu luar biasa adalah dengan caramu sendiri”. Sungguh luar biasa!!!

Dari perjalanan Nick di atas dapat di ambil hikmah bahwa dalam hidup ini jangan pernah menyesali kelemahan-kelemahan yang telah Tuhan berikan tapi lakukan lah sesuatu yang bisa dilakukan kemudian temukanlah kelebihan anda seperti apa yang di katakan Nick dalam sebuah video seminarnya “Dengan kondisi saya seperti ini saya bisa menginspirasi banyak orang di seluruh dunia untuk lebih memaknai arti hidup sesungguhnya. Saya bersyukur dengan apa yang telah Tuhan berikan
.
Betapa seringnya kita mengeluhkan akan keadaan ataupun kelemahan yang kita miliki tanpa berpikir untuk melakukan sesuatu yang luar biasa dalam hidup ini hanya dengan cara kita sendiri. Setiap manusia diciptakan Tuhan dengan kelebihan dan kekurangan nya. Jangan pernah menyesali kekurangan-kekurangan yang kita miliki tapi lakukanlah sesuatu yang luar biasa dari apa yang kita miliki. Semoga perjalanan menempuh kehidupan yang sukses ini lebih bersemangat lagi dalam berbuat, bertindak, dan berkarya. Ayo raih suksesmu!!! ;-)

Semoga bermanfaat.
Salam sukses.

Kisah Seorang Anak Pemarah dan Ayah Bijak

Suatu waktu ada seorang anak pemarah yang mengadu kepada ayahnya agar ia bisa menghilangkan sifat marahnya itu. "Yah, aku ingin jadi orang yang disukai banyak orang, aku ingin hilangkan sifat jelekku ini, caranya gimana ya yah?" anak itu berkata ayahnya. Ayahnya menjawab, "Ya sudah kalau begitu ayah sangat senang sekali mendengarnya nak, coba kau cari dan kumpulkan sekantung paku anakku". "Untuk apa yah?" anak itu menjawab. "Sudahlah nanti juga kau tahu anakku" Ayah berkata sambil memberikan senyum yang indah.

Ayah menyuruh anaknya untuk mengumpulkan paku-paku agar setiap anaknya marah atau membuat orang marah, ia bisa tancapkan paku itu ke sebuah batang pohon di depan rumahnya.

Hari pertama anak itu telah menancapkan 20 paku artinya ia telah marah selama 20 kali. Melihat itu ayah hanya tersenyum bahagia atas usaha yang dilakukan anaknya itu.

Hari kedua anak itu menancapkan 15 paku artinya ia telah mengurangi amarahnya. Jadi total ada 35 paku yang tertancap di pohon depan rumahnya itu.

Hari ketiga hanya 5 paku yang tertancap sampai hari ke empat tidak ada paku yang tertancap di pohon itu. Jadi ada 40 paku yang tertancap di pohon itu. Melihat kesungguhan anaknya, ayah merasa sangat gembira."Nak, ayah sangat senang melihat kesungguhanmu, sekarang ayah minta agar setiap kali kau bisa menahan amarahmu engkau bisa cabut satu paku dalam pohon itu" Minta sang ayah. "Baiklah yah akan aku lakukan" kata anaknya.

Setiap hari anak itu berhasil menahan amarahnya dan seiring berjalannya waktu maka anak itu bisa mencabut paku-paku yang tertancap di pohon itu hingga kemudian tercabutlah semua paku. "Anakku lihatlah kau telah berhasil mengalahkan egomu sendiri tapi lihatlah lubang di pohon ini, seperti kau menusukkan pisau kepada seseorang berapa kali pun engkau meminta maaf luka itu akan tetap ada persis seperti lubang-lubang paku yang ada di pohon ini" dengan bijaknya ayah memberi nasihat. Anak itu berkata, "Aku tahu yah maksudnya, sekarang aku tak kan lagi membiarkan ego ku mengendalikan hidup ini. Aku akan menjadi orang yang memberikan kesan positif kepada seseorang agar pesan itu selalu tertancap kokoh di hatinya". Dengan perasaan senang ayah tersenyum.

Semoga bermanfaat.
Salam sukses.

Kisah Inspiratif Sebuah Cangkir Cantik

Pada suatu hari seorang kakek membeli soevenir di sebuah toko souvenir sebagai hadiah untuk ulang tahun cucunya. Disana ia menjumpai sebuah cangkir cantik dengan paduan warna yang begitu mengkilau di sertai ukiran cantik sekitarnya. Cangkir itu adalah salah satu barang termahal yang ada di toko itu. Dengan rasa kagum kakek mengambil dan mengelus-elus cangkir itu. "Aku akan membelimu wahai cangkir cantik, akan ku persembahkan sebagai hadiah untuk cucuku tersayang", kata kakek itu. Tiba-tiba cangkir itu mengeluarkan sebuah suara seakan-akan menjawab apa yang di ucapkan kakek.

Dulu aku hanyalah segumpal tanah liat yang tak berguna yang tidak mempunyai sama sekali nilai dan harga namun tiba-tiba ada seorang pengrajin yang mengambilku dan meletakkanku dalam sebuah tempat yang berputar-putar. Aku berteriak "tolong hentikan, aku pusing" namun ia tetap memutar-mutar benda itu. Dia menempa ku menjadi sebuah bentuk cangkir dari tanah liat. Aku kira penderitanku selesai namun tiba-tiba seseorang mengambil dan memasukanku ke sebuah tempat yang sangat panas, aku berteriak, "Tolong aku panas. panas. panas" tapi tak ada seorang pun yang mendengar kata-kataku. Setelah aku mengeras karena panasnya api yang membakarku aku pun di keluarkan dari tempat itu.

Setelah aku di keluarkan dari tempat itu aku di dinginkan dalam sebuah tempat. Aku kira selesai sudah penderitaanku. Namun setelah beberapa jam ada seseorang yang mengambilku dari sana dan dia mulai mewarnaiku dengan sebuah asap yang membuatku merasakan kaku. "STOP! STOP!" Aku berteriak lagi namun tak ada seorang pun yang menolong. Aku pun mencoba bersabar dan memasrahkan semuanya pada Tuhan.

Ada seorang wanita muda yang datang menghampiriku, aku kira dia akan membebaskanku keluar dari tempat ini namun tidak demikian dia membawaku ke sebuah tempat yang lebih panas bahkan sangat panas dari sebelumnya. Aku berteriak dengan keras. "Panass, tolong hentikan ini, Tolong!" aku mencoba bertahan lagi. Setelah selesai dari tempat itu aku di bawa lagi. Disana ada seorang lelaki yang membawa sebuah benda tajam yang ujungnya berputar-putar dengan cepat. Rupanya dia akan mengukirku. Dengan rasa sakit lagi-lagi aku bertahan.

Setelah beberapa saat aku merasakan lelah dan seorang wanita cantik dengan tubuh langsing dan berpakaian rapih meletakanku ke depan sebuah cermin. Dengan kaget aku terkagum-kagum melihat diriku sendiri. Aku melihat sebuah cangkir yang sangat indah. Aku adalah salah satu benda paling mahal dan bernilai disini. Orang-orang yang lewat selalu kagum ketika melihatku.

Pesan apa yang dapat diambil dari kisah di atas?

Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Kadang rasanya tidak menyenangkan pasti sakit dan penuh sedikit penderitaan. Tapi maksud dari itu semua adalah Dia akan membentuk kita menjadi jiwa yang lebih bernilai. Hadapilah semua cobaan hidup jangan pernah menyerah dan putus asa di buatnya. Tetap lakukan yang terbaik untuk setiap langkah dan nafas kita disertai rasa syukur kepadaNya. Pembentukan ini memang menyakitkan namun pada akhirnya anda akan melihat betapa cantik, indah dan mulianya anda.

Semoga bermanfaat.
Salam sukses.


Kisah Seorang Pemuda dan Kakek Tua

Pada suatu waktu ada seorang pemuda yang datang ke seorang kakek tua yang bijak. Dengan wajah yang terlihat muram, berjalan tergontai, terlihat sepertinya si pemuda sedang mempunyai banyak masalah. Setelah mengetuk pintu dan masuk akhirnya pemuda bertemu dengan kakek tua lantas pemuda itu berkata banyak hal tentang kesulitan-kesulitan hidup yang ia alami. Mendengar perkataan pemuda si kakek bijak bertolak dari tempatnya menuju ke dapur dan memberinya satu gelas air dan terlihat di tangan kirinya membawa segenggam garam.

Kakek tua menyuruh si pemuda untuk mencampurkan segenggam garam ke dalam gelas yang berisi air. Lantas si pemuda mengikuti perintahnya dan dimasukanlah segenggam garam itu kedalam segelas air. "Saya sudah memasukan garam ini kek, lantas mau di apakan?" si pemuda dengan rasa penasaran bertanya. "Minumlah!" si kakek menjawab dengan simpelnya. Kemudian pemuda itu meminum segelas air yang berisi campuran garam itu. "Ahhh pahit sekali kek" pemuda berkata sambil meludah ke belakang. Kakek bijak itu tersenyum.

Kemudian di ajaklah pemuda ke belakang rumah yang terdapat hamparan telaga yang sangat luas dan airnya yang begitu bening di iringi suara gemercik airnya yang berasal dari pancoran air yang dibuat oleh si kakek. Sambil membawa segenggam garam kemudian beliau menyuruh kembali pemuda itu untuk mencampurkan garam itu kedalam air telaga kemudian mengaduknya. "Sudah saya campurkan garamnya kek lantas mau di apakan?" si pemuda berkata. "Minumlah wahai anak muda" si kakek menjawab. "Subhanallah airnya segar sekali kek sungguh tidak ada rasa asin apalagi pahit seperti tadi saya minum di rumah kakek" pemuda itu menjawab.

Sambil menepuk punggungnya si kakek bijak itu berkata, "wahai pemuda pahitnya kehidupan itu tidak berbeda dengan segenggam garam tidak lebih dan tidak kurang. Yang menentukan pahit dan tidak itu adalah wadahnya. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakan segalanya. Itu semua bergantung kepada hatimu. Jika suatu kegagalan atau kesulitan hidup datang menghampiri hidupmu maka jalan satu-satunya adalah kamu harus melapangkan dadamu menerima segalanya dan luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan hidup".

Pak tua itu kembali berkata, "Hatimu adalah wadahnya, perasaan adalah tempat itu dan kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas tadi tapi jadikanlah hatimu laksana telaga yang akan meredam semua kepahitan hidup dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan".

Setelah itu, pemuda itu mengerti akan semua kepahitan hidup yang di alaminya. Dia merasa kurang melapangkan dadanya untuk menerima semua kejadian dan tidak meluaskan hatinya untuk menampung segala kepahitan hidup. Pemuda itu berterima kasih kepada kakek bijak dan hari itu si pemuda mendapatkan sebuah pelajaran hidup yang luar biasa dari kakek tua. Keduanya lantas kembali ke rumah si kakek tua dan pemuda itu pergi.

Semoga bermanfaat.
Salam sukses.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...